Red Star Sang Linux Bertampang Windows

Linux Bertampang WindowsTampangnya mirip Windows. Kelakuannya pun tak beda dengan Windows. Tapi ini bukan Windows, melainkan Linux! Inilah Redstar sang Linux bertampang Windows.

Sistem operasi bernama Red Star ini dibesut oleh pemerintah Korea Utara. Begitu ungkap blogger LiveJournal dan mahasiswa Rusia ashen_rus seperti dikutip hothardware.

Mikhail, begitu nama asli ashen_rus, telah memposting ulasan tentang Red Star OS di blog-nya. Berikut hasil terjemahan ulasan berbahasa Rusia yang dilakukan oleh Google Translate.

Menurut Mikhail, Red Star diciptakan atas permintaan Kim Jong-il. OS ini terdiri dari dua versi, termasuk server dan client. Instalasinya memakan waktu 15 menit di sistem AMD Athlon XP 1500+ milik Mikhail. Kebutuhan sistem minimum adalah Intel Pentium III 800MHz CPU, RAM 256MB, dan ruang harddisk 3GB drive.

Tidak disebutkan kernel apa yang mendasari Red Star, tapi Mikhail mengatakan bahwa rilis ini belum sepenuhnya stabil dan masih perlu dikembangkan lebih jauh. Dan yang sangat jelas, Red Star mencoba untuk memadukan tampilan dan gaya dari Windows OS dengan onderdil Linux. Sebenarnya pembuatan distro linux ini bukanlah hal yang baru , selain Korea Selatan, banyak negara yang mengembangkan program linux sendiri, sebut saja linux versi Cuba yang dikenal dengan nama Nova, atau Gentoo, linux yang dikembangkan di Meksiko, sementara sudah ratusan distro linux bertampang windows yang dikembangkan di Indonesia dan mulai digunakan oleh beberapa instansi pemerintah dan swasta.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

one × 3 =